BMI (Body Mass Index) atau dalam Bahasa Indonesia disebut Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah metode sederhana untuk menilai apakah berat badan seseorang tergolong kurang, normal, berlebih, atau obesitas, berdasarkan perbandingan antara berat badan dan tinggi badan.
BMI digunakan secara luas oleh tenaga kesehatan karena mudah dihitung dan dapat memberikan gambaran umum tentang status gizi seseorang.
Rumus Menghitung BMI
Rumus umum BMI adalah:
BMI = Berat Badan (kg) / (Tinggi Badan (m) × Tinggi Badan (m))
Contoh:
Jika seseorang memiliki berat 70 kg dan tinggi 1,75 meter, maka:
BMI = 70 / (1.75 × 1.75) = 22.86
Kategori BMI Menurut Kemenkes RI
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kategori BMI untuk orang dewasa di Indonesia adalah sebagai berikut:
Yang menarik, hasil perhitungan bisa langsung dikirim ke WhatsApp Anda atau orang yang ingin Anda bantu cek status kesehatannya.
Cocok untuk digunakan oleh tenaga kesehatan, guru, atau siapa pun yang ingin melakukan skrining cepat terhadap status gizi!
Kelebihan dan Keterbatasan BMI
✅ Kelebihan:
Mudah dihitung
Tidak memerlukan alat khusus
Cocok untuk skrining populasi
⚠️ Keterbatasan:
Tidak membedakan massa lemak dan otot
Tidak memperhitungkan distribusi lemak tubuh
Kurang akurat untuk atlet, lansia, dan anak-anak
Alternatif atau Pelengkap BMI
Untuk penilaian yang lebih akurat, BMI bisa dilengkapi dengan:
Lingkar pinggang (untuk menilai risiko penyakit jantung dan metabolik)
Persentase lemak tubuh
Indeks massa otot
Kesimpulan
BMI adalah alat sederhana dan praktis untuk mengetahui apakah berat badan kita berada dalam kisaran yang sehat. Namun, hasil BMI tidak selalu mencerminkan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, sebaiknya BMI digunakan sebagai langkah awal, dan dikombinasikan dengan penilaian kesehatan lainnya.